Wednesday, July 25, 2007

Penglipuran: A Traditional and Unique Village



This village can be reached through roads connect¬ing district of Bangli with Kintamani. From Bangli townto the north up to Kubu Village about 5 kilometers, then have a left turn, one will arrive at Penglipuran and will be received with warm welcome by the villagers. The air is fresh because it is located at 700 meters abo ve sea level. From hrstorical point of view, according to the village elders, the words Penglipuran' is drived from the words 'Pengeling Pura'means a holy place for remembering their ancestors. It is reasonable since their ancestors came from Bayung Gede village, still In Kintamani district. Since from Bayung Gede to Penglipuran is quite along distance there fore the people of Penglipuran, established the same temple as the temple In Bayung Gede. We can drow conclusion from this matter that the people of Penglipuran is still remembering their origin. Another opinion stated that Penglipuran'is derived from the word Penglipuran'means 'relaxation'since on the royal period this place was a good spot for resting place.This village has cultural potency which is up to the present time still well preserved in the from of tradi¬tional Balinese buildings; which differentiate this village from others.The population is 743 person, most of them are farmers and just few as civil servants. Dances and handi¬crafts are well developed in this remote village.

(Desa ini dapat dicapai melalui jalan yang menghubungkan Bangli dengan Kintamani. Dari Kota Bangli ke Utara sampai ke Desa Kubu kira-kira 5 km lalu belok kiri Anda akan tiba di Penglipuran dan akan disambut dengan hangat oleh warga desa. Desa ini berudara sejuk karena terletak 700 m di atas permukaan laut. Dari sudut pandang sejarah dan menurut Para Sesepuh, kata "penglipuran " berasal dari kata " pengeling Pura " yang berarti tempat suci mengenang para leluhur. Tempat ini sangat berarti sejak leluhur mereka datang dari Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani, sementara dari Desa Bayung Gede ke Penglipuran jaraknya cukup jauh, oleh karena itu masyarakat Penglipuran mendirikan Pura yang sama sebagaimana yang ada di Desa Bayung Gede. Dalam hal ini berarti masyarakat Penglipuran masih mengenal asal usul mereka. Pendapat lain mengatakan bahwa "Penglipuran" berasal dari kata "penglipur°" yang berarti "penghibur" karena pada jaman kerajaan tempat ini dijadikan tempat peristirahatan. Desa ini memiliki potensi budaya yang hingga saat ini masih dilestarikan dalam bentuk rumah tradisional yang membedakan desa ini dari desa-desa yang lainnya. Jumlah penduduknya 743 orang kebanyakan dari mereka hidup sebagai petani dan hanya sebagian kecil sebagai pegawai negeri. Tari-tarian dan cendramata b-,rkembang dengan baik di desa terpencil ini.)

No comments: